Adhim Go Blog

Hanya Sebuah Tulisan Seorang Abdul Adhim - Buatlah Hidup Jadi Lebih Bermakna

Home » Religi Islam » Makhluk Pertama

Makhluk Pertama

Comments (6)

 قد اخرج عبد الرزاق بسنده عن جابر بن عبد الله الانصاريّ رضي الله عنهما قال : قلتُ يا رسول الله بأبي و أمي أخبرني عن أوّل شئ خلقه الله قبل الأشياء قال يا جابر: انّ الله خلق قبل الأشياء نور نبيّك محمد صلى الله عليه و سلم من نوره

Abdul Ar-Razaq telah meriwayatkan sebuah hadits yang sanadnya diperoleh dari sahabat Jabir bin Abdullah Al-Anshori ra beliau berkata: “ Aku bertanya : “ Wahai Rasulullah, sumpah demi ayah dan ibuku, kabarkanlah kepadaku tentang makhluk pertama yang diciptakan oleh Allah swt sebelum semua makhluk diciptakan-Nya.” Beliau bersabda : “Allah swt menciptakan makhluk sebelum semua makhluk diciptakan adalah nur nabimu Muhammad saw dari nur-Nya.” (H.R. Abdul Ar-Razaq)

Hadits tersebut memberikan kabar kepada kita bahwa ciptaan Allah swt pertama kali adalah nur nabi Muhammad saw, dan kita juga sudah tahu bahwa nabi Muhammad saw adalah manusia biasa yang diangkat menjadi nabi dan utusan Allah untuk ummat akhir jaman. Jadi, sebelum semua makhluk diciptakan, seolah-olah Allah sudah mempunyai rencana untuk menciptakan makhluk yang bernama manusia. Karena jika Allah tidak memiliki rencana untuk menciptakan manusia tidaklah mungkin Allah swt menciptakan nur Muhammad saw sebagai ciptaan yang pertama kali.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Abdullah bin Abbas ra, dia mendengar dari Rasulullah saw, sesungguhnya beliau bersabda :

“Sesungguhnya orang Quraisy (nabi Muhammad saw) ketika masih berbentuk nur diharibaan Allah Azza wa Jalla, kira-kira dua ribu tahun sebelum diciptakannya nabi Adam as. Nur itu bertasbih kepada Allah dan para malaikat juga bertasbih dengan tasbih yang diucapkannya (nur). Dan ketika Allah menciptakan Adam, maka Allah menitipkan nur tersebut pada tanah yang menjadi cikal bakal Adam. Nabi Muhammad saw bersabda : “Kemudian Allah menurunkanku dibumi pada tulang belakang nabi Adam. Kemudian aku diikut sertakan dalam kapal nabi Nuh, pada saat itu aku berada dalam tulang rusuknya (sulbi) nabi Nuh. Setelah itu aku dipindah kedalam tulang rusuknya nabi Ibrahim, ketika beliau dibuang kedalam api. Allah swt senantiasa memindahkan aku dari tulang rusuk-tulang rusuk yang suci ke rahim-rahim yang bersih lagi megah, sehingga Allah swt melahirkanku dari bapak dan ibuku yang keduanya tidak pernah melakukan perzinahan sama sekali.

Pelajaran yang patut diambil dari hadits tersebut adalah ungkapan nabi tentang nur yang dititipkan kedalam tanah yang menjadi cikal bakal nabi Adam. Artinya sedikit banyak nur itu bercampur dengan tanah yang akan menjadi nabi Adam. Dan telah diketahui bahwa semua manusia yang hidup dalam dunia ini adalah anak cucu Adam. Artinya sedikit banyak nur tersebut melekat dan bercampur dengan diri kita. Sekarang terserah kepada kita sebagai manusia mau menghidupkan nur tersebut atau meredupkannya. Sebagaimana sabda nabi Muhammad saw yang dikutip oleh imam Al-Ghazali

Dan ketika Rasulullah saw ditanya tentang arti As-Syarh, dan artinya terdapat dalam firman Allah swt : “Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam.” Nabi bersabda : “Dia (As-Syarh) adalah nur yang telah dilempar oleh Allah swt dalam hati.” Kemudian ada yang bertanya : “Apa tandanya?” Kemudian beliau bersabda : “Karena hati itu yang menggeser dari darul ghurur (dunia) dan kembali pada darul khulud (surga).” Dan beliau saw adalah orang yang bersabda : “Sesungguhnya Allah yang telah menciptakan makhluk dalam kegelapan, kemudian Allah menaburkan kepada mereka nur-Nya.”

Semoga sedikit dari beberapa kutipan dan pelajaran diatas dapat menambah ke-imanan kita kepada Allah dan Rasul-Nya Muhammad saw sebagai nabi terakhir, dan tidak akan ada nabi setelah Beliau.


Comments

Abdul Adhim» 17:57 | 25-08-2010
Abdul Adhim Thank's for Andre, I will allow your site!
Form Script » 12:44 | 24-08-2010
Form Script I am just making a blog related to this. If you allow, I would like to use some of your content. And with full refernce of course. Thanks in advance.

- Andre
Abdul Adhim» 23:41 | 12-07-2010
Abdul Adhim Terima kasih atas sumbangsih Mas Ryan, hadits yang Mas Ryan sebutkan memang shahih dan saya juga pernah membaca, namun setidaknya dalam kata-kata mahkluk pertama, yang perlu kita teliti adalah konteks yang tersirat dalam hadits tersebut, jangan hanya secara teks saja. Hanya itu saran saya buat semua pembaca dari artikel ini.
Ryan Martian» 13:13 | 08-07-2010
Ryan Martian Imam Ahmad ra meriwayatkan, "Rasulullah SAW bersabda, "Bahwa makhluk yang pertama kali Allah ciptakan adalah pena, lalu Dia berkata kepada pena tersebut, 'Tulislah'. Maka pada saat itu berlakulah segala apa yang ditetapkan hingga kiamat."
Dari Ubadah bin Ash-Shamit, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Awal makhluk yang Allah SWT ciptakan adalah pena, lalu Dia berkata kepada pena, 'Tulislah'. Pena berkata, 'Apa yang aku tulis?' Allah SWT berkata, 'Tulislah apa yang akan terjadi dan apa yang telah terjadi hingga hari kiamat."
Abdul Adhim » 12:14 | 10-02-2010
Abdul Adhim Untuk Kang Zein, hadits tersebut di atas itu sanadnya shahih, bukan dlo'if, bahkan dalam hadis Qudsiy riwayat Ibn Abbas: "Kalau bukan karena Muhammad tak kuciptakan Adam, tak pula Surga dan tak pula.... hingga akhir hadits. Rujukan : http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&catid=7&id=19465. Jika yang dimaksudkan dengan "air sebagai makhluk pertama" itu adalah makhluk pertama ketika Allah ciptakan alam, hal ini bisa dilihat pada tafsir Jallalain dan shahih bukhari, terima kasih atas komentarnya jadi bisa belajar lagi.
zain» 01:44 | 09-02-2010
zain Hadis ttg nur Muhammad berstatus dha'if. Makhluk pertama yg Allah ciptakan adalah air. Ada beberapa hadis yg bisa dijadikan dasar dlm hal ini.

Add Comment

:

:

:

:



Captcha code ( case sensitive )