Warung Kopi
Pagi dini hari aku mulai berfikir tentang hobi minum kopi, melihat keadaan warung kopi, aku merasa warung itu tak pernah sepi, bermodalkan skil meracik kopi dan gula serta segelas air panas, pemiliknya semakin hari semakin jaya. Setelah termenung dan memikirkan keadaan sekitar, aku baru teringat bahwa Rasulullah saw pernah bersabda yang kurang lebih maksudnya adalah :
Dalam diri setiap insan itu pasti terdapat sesuatu yang lebih, sesuatu yang istimewa dan berbeda.
Kita lahir sebagai manusia memang tidak seutuhnya secara mayoritas sempurna, namun ada kurang, cacat, buruk dan banyak sekali kekurangan, tapi sebagai manusia kita juga harus sadar bahwa kelebihan dan keistimewaan itu juga melekat dan terdapat dalam diri kita. Sisi positif inilah yang harus kita gali dan kita kembangkan, sejauh mana kita dapat berjalan, dan sejauh mana kita memandang. dunia memang luas tapi kalo boleh kasih saran Keep it simple kata tersebut saya temukan pada sebuah free templates site styleshout dan juga semboyan author handal dalam blognya jenggo.net.
Simple itu mudah dan yang mudah itulah yang harus kita kembangkan, pernah minum kopi ? Apa anda merasa kenyang setelah meminumnya ? Apa anda merasa tercukupi setelah meminumnya ? Jawabnya sudah pasti tidak, lalu bagaimana kopi dapat memenuhi kebutuhan, tentu saja kita harus jual kopinya. Simple bukan, itulah hidup kawan.
Melihat fenomena hidup yang berat, memang tidak mudah melaksanakannya, tapi apa salahnya jika kita minum kopi sejenak dan merenungkan seraya bertanya Apa siih kelebihan aku ? Coba gali, dan jangan lupa sembari minum di warung kopi. Tak jarang ide-ide kreatif itu muncul dengan suasana warung kopi dipinggir jalan, tak jarang pula banyak yang memberi masukan.
Tulisan ini hanya mencoba membangkitkan semangat yang lemah dan letih pada diriku, bagaimana dengan anda?
Nama saya Abdul Adhim dan biasa di panggil Adhim, lahir '03 Des 1983 di Surabaya dan ber domisili di Manukan Tama D/48 - Surabaya - Jawa Timur. Riwayat pendidikan saya mulai kecil, sekolah di TK Delima kemudian berlanjut ke SD Muhammadiyah 14 - Surabaya dan di transfer ke Pondok Pesantren Langitan.


Add Comment